Tuesday, February 14, 2012

Namamu, Sang Rasul


dulu aku bertanya, mengapa namamu yang berulangkali disebutNya
dan kisahmu yang bertebar merambah hampir tiap surah
bahkan Allah menetapkan; kau terkisah untuk menguatkan jiwa
hati dan rasa seorang Nabi penutup masa
ya, kini aku tahu.. betapa tak mudah menjadimu hai Musa
mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna
kau tak fasih bicara, sulit berkata-kata
dan sebab khilaf masa lalu, kau tersalah membunuh
maka saat wahyu turun, air matamu menitik, tubuhmu berpeluh
dalam kesadaran akan beratnya beban, kau mengeluh
“bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku..
dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh”
ya, kini aku tahu, sungguh tak mudah menjadimu
sebab dalam keterbatasan itu, Allah berikan untukmu lawan penuh kuasa
perbendaharaannya kaya, kerajaannya luas, tentaranya perkasa
punggawanya setia, lagi taat buta
mengaku tuhan tertinggi, dia merasa berkuasa atas hidup dan mati
dan kau.. kau terhutang budi masa kecil padanya
dan tahukah kau duh Musa, kelak kaum yang kau pimpin
yang kau bimbing bebas dari perbudakan tiran
yang menyaksikan sejuta kuasa Allah menaungi mereka
akan berlomba membangkangi Allah dan mendurhakaimu?
malam ini kususuri kisahmu, dan aku takjub
atas takdirNya, masa lalumu tak sempurna
kau terpilih memikul risalah suci, dan kau didustakan
sedang Muhammad dipilihNya dari pribadi yang terjaga sempurna
dia memikul risalah dengan gelar al amin yang masyhur sudah
tapi diapun tetap didustakan
mungkin sebab itulah kisahmu selalu menjadi penguat hatinya
di saat-saat berat, Muhammad mengenangmu dan melirihkan gumam
“semoga Allah menyayangi saudaraku Musa..
sungguh ia dicobai lebih menyakitkan dari ini”
malam ini duhai Musa, kususuri kisahmu
aku tersenyum, alhamdulillah, kau membuatku merasa
beban-beban da’wah ini hanyalah seberkas kapas
tapi di sisi lain, menelisik ceritamu, mataku basah
“ahh.. surga, rasanya masih jauh, sangat jauh..”
sepenuh cinta,

Wednesday, November 9, 2011

Aidiladha di Moscow.

SubhanAllah, Maha Suci Allah.
Suhu pada hari itu -11 C'
Seramai 80000 muslim berkumpul,
Bayangkan berada dalam peti ais selama 2 jam,
Mungkin lebih sejuk lagi.

Mereka solat dari masjid hinggalah kedalam McDonald,
Dimana sahaja ialah tempat untuk solat.

Tengok video,
Perhatikan semangat mereka,
Kemudian perhatikan diri kita,
perhatikan iman kita. Muhasabah.
Solat di McD

Besyukurkah kita?
Kita lahir islam di sebuah negara islam.
Tidak malukah diri kita dengan mereka?
Kita lahir islam di sebuah negara islam.
tetapi,
masih gah berseluar pendek di gelanggang futsal,
masih berasa cantik dan selamat dengan pakaian2 jahiliyah,
masih selesa berpegangan tangan dengan bukan mahram,
masih mendahulukan hiburan daripada solat di awal waktu,
masih menjadikan hiburan2 barat sebagai teman disepanjang hari,

Sudah masanya kita bangkit!
Sampai bila lagi mahu hidup bersama jahiliyah?
Ayuh, kita tinggalkan jahiliyah.
Percayalah,
kita masih boleh hidup walau tanpa jahiliyah,
kita masih boleh bahagia walau tanpa jahiliyah.
Kerana yang memberi rasa dalam hati kita itu,
BUKAN perkara jahiliyah yang Barat ajari kamu itu,
tetapi Allah Azza Wa Jalla.