Wednesday, February 29, 2012

Tak terungkap

malam ini,
aku sendiri.
menyusuri hari-hari lampauku
satu demi satu kutelusuri, memutar kembali putaran sejarah
ini adalah satu kepulangan
kembali untuk melihat diri yang silam, diri yang kelam.
terlihat, tika itu kejahilan hampir sahaja menyelinap ke setiap inci tubuhku.

betapa aku kini malu pada sang pendosa itu
tetapi tetap dia mahu mengajarkanku teladan
'jangan kau jatuh lagi ke dalam lumpur yang kotor dan penuh penyaki ini!'

mujurlah,
kalau bukan keranaMu ya Allah
kalau bukan kerana tarbiyyah ini
kalau bukan kerana kamu sahabat-sahabat
masih terlena diri ini mungkin
diulit cita-cita duniawi.

dan tidaklah aku berada di sini tuk menyatakan penghargaanku,
menanggalkan ego seorang lelaki
tuk menyatakan terima kasihku, sebagai tanda cinta ini.
kerana membawa aku pada satu jalan yang kita imani kebenarannya.

sahabat-sahabat,
betapa sesungguhnya aku mencintai kamu kerana Allah.

notakaki: bukan akhawat je boleh basahkan ukhuwah ^^

moscow, russia
0243 01032012

Tuesday, February 14, 2012

Namamu, Sang Rasul


dulu aku bertanya, mengapa namamu yang berulangkali disebutNya
dan kisahmu yang bertebar merambah hampir tiap surah
bahkan Allah menetapkan; kau terkisah untuk menguatkan jiwa
hati dan rasa seorang Nabi penutup masa
ya, kini aku tahu.. betapa tak mudah menjadimu hai Musa
mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna
kau tak fasih bicara, sulit berkata-kata
dan sebab khilaf masa lalu, kau tersalah membunuh
maka saat wahyu turun, air matamu menitik, tubuhmu berpeluh
dalam kesadaran akan beratnya beban, kau mengeluh
“bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku..
dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh”
ya, kini aku tahu, sungguh tak mudah menjadimu
sebab dalam keterbatasan itu, Allah berikan untukmu lawan penuh kuasa
perbendaharaannya kaya, kerajaannya luas, tentaranya perkasa
punggawanya setia, lagi taat buta
mengaku tuhan tertinggi, dia merasa berkuasa atas hidup dan mati
dan kau.. kau terhutang budi masa kecil padanya
dan tahukah kau duh Musa, kelak kaum yang kau pimpin
yang kau bimbing bebas dari perbudakan tiran
yang menyaksikan sejuta kuasa Allah menaungi mereka
akan berlomba membangkangi Allah dan mendurhakaimu?
malam ini kususuri kisahmu, dan aku takjub
atas takdirNya, masa lalumu tak sempurna
kau terpilih memikul risalah suci, dan kau didustakan
sedang Muhammad dipilihNya dari pribadi yang terjaga sempurna
dia memikul risalah dengan gelar al amin yang masyhur sudah
tapi diapun tetap didustakan
mungkin sebab itulah kisahmu selalu menjadi penguat hatinya
di saat-saat berat, Muhammad mengenangmu dan melirihkan gumam
“semoga Allah menyayangi saudaraku Musa..
sungguh ia dicobai lebih menyakitkan dari ini”
malam ini duhai Musa, kususuri kisahmu
aku tersenyum, alhamdulillah, kau membuatku merasa
beban-beban da’wah ini hanyalah seberkas kapas
tapi di sisi lain, menelisik ceritamu, mataku basah
“ahh.. surga, rasanya masih jauh, sangat jauh..”
sepenuh cinta,